Cerita Colongan


LIDAH DAN HATI 

Seorang raja menyuruh buruhnya (sebut saja Fulan) untuk menyembelih dua potong pada tubuh binatang.
Raja : hai Fulan bawakan aku dua potongan terbaik dari seokor kambing.
"Fulan pun membawa LIDAH dan HATI"
Fulan : ini baginda.
Raja : Sekarang aku minta bawakan aku dua potongan terburuk dari seekor kambing.
"Funlan pun membawa LIDAH dan HATI"
Fulan : ini baginda.
Raja : Hei Fulan apakah engkau mempermaikan aku ? ketika aku meminta anggota tubuh yang terbaik kau membawa lidah dan hati, dan ketika aku menyuruhmu membawa anggota tubuh yang terburuk engkau jg membawa lidah dan hati..

Fulan : aku hanya menjalankan tugas baginda, karena dengan lidah dan hati kita bisa berdzikir, bisa sholat, dan bisa membawa kita untuk lebih dekat dengan Allah, tapi dengan lidah dan hati kita bisa iri dan menghujat orang, memfitnah, dan hal buruk lainnya.

*Lidah adalah perihal yg utama untuk membentuk akhlak manusia*
Karena ucapan itu seperti anak panah, ketika sudah di lepas tidak mungkin bisa di tarik kembali-


PAKIS DAN BAMBU 
 
Ada seorang pria yang putus asa & mau meninggalkan segalanya. Meninggalkan pekerjaan, hubungan & berhenti hidup. Lalu ia pergi ke hutan untuk bicara yg terakhir kalinya dgn Tuhan “Apakah Tuhan bisa memberi sayasatu alasan yg baik untuk jangan berhenti hidup & menyerah ?” Jawaban Tuhan sangat mengejutkan, “Coba lihat ke sekitarmu. Apakah kamu melihat pakis & bambu ?” “Ya” jawab pria itu. “Ketika menanam benih pakis & benih bambu, AKU merawat keduanya secara sangat baik. AKU memberi keduanya cahaya, memberikan air. Pakis tumbuh cepat di bumi, daunnya yg hijau segar menutupi permukaan tanah hutan. Sementara itu benih bambu tidak menghasilkan apapun, tapi AKU tidak menyerah.Pada tahun kedua, pakis tumbuh makin subur dan banyak, tapi belum ada juga yg muncul dari benih bambu. Tapi Aku tidak menyerah. Di tahun ketiga, benih bambu belumjuga memunculkan sesuatu, tapi Aku tidak menyerah. Di tahun keempat, masih juga belum ada apapun dari benih bambu. Aku tidak menyerah” kata TUHAN “Di tahun kelima, muncul sebuah tunas kecil. Dibanding dengan pohon pakis, tunas itu tampak kecil dan tidak bermakna. Tapi 6 bulan kemudian, bambu itu menjulang sampai 100 kaki. Untuk menumbuhkan akar itu perlu waktu 5tahun. Akar ini membuat bambu kuat& memberi apa yang diperlukan bambu untuk bertahan hidup. AKU tak akan memberi cobaan yg tak sangup diatasi ciptaan-Ku” kata TUHAN kepada pria itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar